|
||
TENTANG
KOTA LAWANG |
||
Kantor Kecamatan Replika Istana Belanda di Jalan Sumber Suko Koramil Lama ![]() Hotel Niagara |
Kota Lawang terletak 71 km di sebelah selatan kota Surabaya atau 18 km di sebelah utara kota Malang. Kota Lawang, yang berada di ketinggian 450 m di atas permukaan laut, adalah kota yang sejuk dan berpanorama indah dengan dikelilingi oleh gunung-gunung seperti gunung Semeru, gunung Panderman dan gunung Arjuna. Berdasarkan hasil analisis karakteristik kawasan studi merupakan pusat kegiatan masyarakat dengan intensitas tinggi yang didominasi dengan kegiatan perdagangan dan jasa, selain itu terdapat 84 bangunan kuno yang letaknya menyebar dengan gaya bangunan empire style, art deco dan neo klasik.
Kawasan pusat Kota Lawang memiliki tingkat kegiatan yang meningkat selama beberapa tahun dan dapat dinilai intensif dan teratur. Perkembangan yang mencolok terlihat pada kawasan perdagangan, yang berada di sekitar Pasar Lawang. Selain itu juga pada kawasan jasa dan perkantoran yang beraglomerasi di sepanjang Jalan Thamrin (ruas jalan arteri primer Surabaya-Malang). Sejarah dan perkembangan Lawang tentunya saling berkaitan dengan wilayah sekitarnya, seperti Singosari, Purwosari dan Kota Malang. Semula Lawang merupakan kota kecil yang diperuntukkan sebagai daerah peristirahatan dan perkebunan yang kaya di Lereng Gunung Arjuno. Saat ini banyak sekali ditemukan rumah-rumah berarsitektur kuno yang dulunya dipergunakan sebagai rumah peristirahatan/villa yang diperkirakan berumur lebih dari 50 tahun, dibangun pada tahun 1950-1960. Bangunan-bangunan tersebut sebagian besar terletak di pusat Kota Lawang, tepatnya di Kelurahan Lawang dan Desa Turirejo yang letaknya menyebar. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan menetapkan bahwa Hotel Niagara dan beberapa rumah tinggal di Kelurahan Lawang merupakan cagar budaya di Kabupaten Malang. Salah satu bangunan yang fenomenal, yaitu Hotel Niagara, merupakan bangunan tertinggi pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1911. Hotel Niagara memiliki gaya arsitektur yang unik, karena keunikannya pada tanggal 10 Februari 1990 foto-fotonya diikutkan dalam pameran foto di Gemeente Museum Helmond, Belanda. Karena kehadirannya mewakili berbagai gaya arsitektur di wilayah Hindia Belanda (Kompas, 13 September 2001). Hotel Niagara merupakan monumen bisu kejayaan Lawang, yang pada saat itu Lawang menjadi sebuah basis perkebunan yang kaya. Penggunaan lahan di kawasan pusat Kota Lawang cenderung berkembang lebih pesat terutama kegiatan perdagangan jasa dan permukiman. Selain kegiatan perdagangan jasa dan permukiman, juga terdapat kegiatan, perindustrian, perkantoran, pendidikan, dan ruang terbuka hijau (RTH). Usia bangunan kuno pada kawasan pusat
Kota Lawang berkisar antara 61 tahun hingga di atas 81 tahun. Hal ini
menandakan bahwa kawasan Lawang mulai berkembang pada masa penjajahan
Belanda pada awal abad ke-19. Bangunan kuno termuda di kawasan, yaitu
berusia 63 tahun yang didirikan pada tahun 1945 terletak di Jalan Panglima
Sudirman, sedangkan bangunan tertua, yaitu Stasiun Lawang berusia 121
tahun, yang didirikan pada tahun 1887 terletak di Jalan Thamrin . Sumber : arsitektur e-Journal, Volume 1 Nomor 3, November 2008 |
|
|
1. hotel niagara yg awalnya
bernama ilaja hotel dari : Komunitas ARELA - Facebook |
|
|
||